Sabtu, 30 April 2011
Syarifah Alawiyah: Behind The Scene "Lima Elang"
Selasa, 22 Februari 2011
Ajakan Presiden RI Dalam Rangka Revitalisasi Gerakan Pramuka
“PRAMUKA”
P erkuat gerakan pramuka sebagai wadah pembentukan karakter bangsa
R aih keberhasilan melalui kerja keras secara cerdas dan ikhlas
A jak kaum muda meningkatkan semangat bela negara
M antapkan tekad kaum muda sebagai patriot pembangunan
U tamakan kepentingan bangsa dan negara diatas segalanya
K okohkan persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia
A malkan satya dan darma pramuka
Rabu, 09 Februari 2011
Bets Sulawesi Selatan

BETS SULAWESI SELATAN
Diciptakan oleh Abdul Rahman Firdaus
Badge ini disyahkan oleh suatu tim perumus lambang daerah pada Musyawarah ANDACAB I se Sulawesi Selatan di Kabupaten Pangkep pada tahun 1967 yang disempurnakan kemudian oleh Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan pada tahun 1968
Bentuk :
Perisai segi lima (jantung) berarti Dasar Negara Pancasila.
Warna dasar perisai MERAH, berarti berani dalam menegakkan Keadilan/Kebenaran.
Warna bagian atas KUNING, berarti Kesetiaan dalam berbakti kepada Tuhan, Negara, Bangsa dan Tanah Air. Dan di atas dasar kuning ini tertera tulisan SULAWESI SELATAN nama Daerah Propinsi/Kwartir.
Buah Padi :
Berjumlah 14 butir, menunjukkan tanggal Hari Pramuka
Kapas :
Berjumlah 8 buah kelopak berarti bulan Agustus sebagai bulan keramat Bangsa Indonesia dan juga bagi Gerakan Pramuka.
Bintang-Segi Lima :
Berarti Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama dari Pancasila, menunjukkan bahwa setiap anggota Pramuka harus mengamalkan ajaran agama sesuai keyakinannya masing-masing
Gunung, Berpuncak Tiga :
Berarti bahwa daratan Sulawesi Selatan bergunung-gunung. Tiga buah puncaknya berarti TRISATYA sebagai janji dan ketentuan moral anggota Pramuka
Riak dan Ombak :
Berjumlah 24 buah, bermakna bahwa Kwarda Sulawesi Selatan mempunyai 24 Kwartir Cabang sesuai jumlah Kabupaten/Kota yang ada.
Cikal Bakal :
Berada di tengah-tengah menjulang ke atas adalah lambang Gerakan Pramuka, tanaman serba guna mengkhiaskan bahwa anggota Gerakan Pramuka adalah Manusia “serba guna”
Tulisan HASANUDDIN:
Pada pita, adalah nama Pahlawan Nasional dari Sulawesi Selatan yang dijuluki oleh penjajah “Ayam Jago dari Benua Timur”.
Huruf Lontara :
(huruf Makassar), bacanya adalah TAMALATEYA arti umum TAK KUNJUNG LAYU. Yang berarti bahwa Gerakan Pramuka adalah Organisasi pendidikan yang akan tetap mekar dan subur, tetap berkembang terus dari generasi ke generasi.
Arti WarnA :
HIJAU, pada kapas berarti lambang kesuburan daerah Sulawesi Selatan. Juga pada gunung-gunungnya.
KUNING, pada bintang segilima, berarti Agung, lambang keagungan Tuhan.
COKLAT, pada cikal dan tulisan HASANUDDIN melambangkan warna tanah, bumi Indonesia yang dapat ditanami segala macam tumbuhan.
PUTIH, pada kapas berarti kesucian. Suci dalam pikiran, perbuatan dan tutur kata.
Badge ini belum dipergunakan/dipakai oleh anggota Pramuka pada ANDACAB I di Kabupaten Pangkep Tahun 1967.
Tapi mulai dipergunakan pada Musker ANDACAB/LT ke II di Kabupaten Bone Tahun 1968 setelah disempurnakan dan seterusnya sampai sekarang.
Minggu, 21 November 2010
50 Tahun Gerakan Pramuka
Pilih Lomba Logo, Maskot, atau Lagu?
JAKARTA, - Memperingati Hari Pramuka ke-50 pada 14 Agustus 2011 mendatang, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menggelar lomba membuat Logo, lagu (Mars) dan Maskot bertema "Satu Pramuka Untuk Satu Indonesia, Jayalah Indonesia". Selain HUT ke-50 Gerakan Pramuka, lomba ini sekaligus juga untuk memperingati "100 Tahun Gerakan Kepanduan di Indonesia" pada 2012.
Tidak hanya untuk kalangan anggota pramuka, karena lomba nasional ini terbuka untuk umum. Syarat utamanya, selain peserta lomba harus melengkapi keterangan tertulis berisi nama lengkap, alamat lengkap, nomor telepon, atau alamat e-mail, peserta juga harus melampirkan fotokopi tanda pengenal (KTP/Kartu Pelajar/SIM/Paspor).
Semua karya harus sesuai dengan tema. Karya lomba merupakan karya asli, bukan menjiplak karya lainnya, dan tidak sedang atau pernah diikutsertakan dalam lomba lainnya.
Bagi yang tertarik, para pemenang lomba ini akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai dan piagam penghargaan. Juara lomba logo akan mendapatkan uang tunai sebesar Rp 5.000.000, juara lomba cipta lagu mars sebesar Rp 8.000.000, serta Juara lomba membuat maskot senilai Rp. 5.000.000.
Karya Logo, Lagu dan Maskot dikirim ke Kwartir Nasional Gerakan Pramuka u.p. Panitia Lomba, dengan alamat Jalan Medan Merdeka Timur 6, Jakarta 10110 dan paling lambat diterima panitia tanggal 30 Juli 2010. Informasi bisa dilihat di www.facebook.com/album.php atau Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.
( Sumber : Kompas.com )Selasa, 05 Oktober 2010
Jadi anggota Pramuka tapi gak pernah berkemah rasanya tidaklah lengkap, karena penerapan metode pendidikan Kepramukaan salah satunya melalui kegiatan berkemah. tujuan dan ssalah satu upaya penerapaasaran kegiatan tentunya anda sudah mengenal betul. Namun demikian banyak yang kurang memahami bagaimana tatacara berkemah yang baik. Adakalanya bahkan memiliki resiko tinggi. Nah, bagaimana berkemah yang benar ?
Untuk suatu perkemahan yang baik, pentahapan yang harus ditempuh adalah :
a. Persiapan
1) Penentuan waktu, tempat, tujuan dan biaya.
2) Pengadaan peralatan, peninjauan lokasi.
3) Pemberitahuan dan perijinan. ( Ijin Ortu dan Keamanan setempat)
4) Pembentukan Panitia.
5) Membuat jadwal kegiatan/ acara dan mempersiapkan acara pengganti bila situasi dan kondisi cuaca berubah-ubah.
6) Memantapkan kesiapan mental, fisik dan ketrampilan.
b. Pelaksanaan
Kegiatan hendaknya sesuai rencana, dilaksanakan menurut perkembangan keadaan dan diusahakan adanya acara pengganti atau tambahan, serta faktor pengamanan dan keselamatan peserta harus diperhatikan.
c. Penyelesaian
Pembongkaran tenda-tenda, kebersihan lingkungan dan pengecekan barang harus dilaksanakan secara tertib.
Syarat-syarat memilih tempat berkemah adalah :
a. Tanahnya rata atau sedikit miring berumput.
b. Ada pohon pelindung.
c. Ada saluran pengeringan pembuangan air.
d. Dekat sumber air.
e. Terjamin keamanannya, terutama ancaman dari binatang buas, melata/ berbisa.
f. Tidak terlalu dekat dengan kampung dan jalan raya.
g. Tidak terlalu jauh dari pasar, pos kesehatan, pos keamanan.
h. Hindari angin masuk ke dalam tenda, dengan cara didirikan tenda membujur menurut mata angin.
Kamis, 30 September 2010
Pengurus Dewan Ambalan Ahmad Yani-Ade Irma Suryani Nasution Masa Bakti 2010/2011
Nasrullah
Pemangku Adat Ade Irma Suryani Nasution
Sri Rahayu
Pradana Ahmad Yani
Muhammad Ardiansyah R.
Pradana Ade Irma Suryani NAsution
Irmayanti
Kirani Ahmad YAni
Amiruddin
Kirani Ade Irma Suryani Nasution
Kristinar
Bankir
Halidah Sahra
Rancangan Undang-Undang Pramuka Himpun semua Kepanduan Menjadi Satu Wadah
sekolah bisa disatukan dalam satu wadah.
"UU tersebut juga diharapkan dapat menjadi landasan hukum untuk mempersatukan seluruh kegiatan kepanduan dalam satu wadah Pramuka Indonesia," kata Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Azrul Azwar di Jakarta, Senin (27/9/2010).
Azrul menambahkan dalam pembahasan RUU Gerakan Pramuka di DPR, muncul dua pendapat yang mengemuka terkait pramuka. "Ada yang menyebutkan perlu satu wadah, tapi ada yang berpendapat bisa lebih dari satu wadah," jelasnya.
Menurut Azrul, pada era demokratisasi, pendapat yang menyatakan bahwa dalam
kepramukaan bisa terdapat lebih dari satu wadah merupakan pandangan yang wajar mengemuka. Intinya, setiap kelompok masyarakat bisa mendirikan organisasi kepramukaan, termasuk oleh partai politik (parpol).
Terkait wacana tersebut, lanjut Azrul Azwar, Kwarnas sejak awal menilai bahwa banyaknya organisasi pramuka justru berdampak merugikan.
"Pramuka bisa pecah dan terkotak-kotak. Padahal di luar negeri hanya ada satu organisasi pramuka di setiap negara. Karenanya, kita memerlukan UU agar hanya ada satu wadah bagi organisasi yakni melalui Gerakan Pramuka," imbuhnya.
Seperti diketahui, saat ini sejumlah organisasi melaksanakan kegiatan kepanduan di luar Gerakan Pramuka. Antara lain Pandu Keadilan yang menginduk ke Partai Keadilan Sejahtera, Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan yang berafiliasi ke Muhammadiyah, dan Corps Brigade Pembangunan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Korps Kepanduan Putri Ikatan Pelajar Putri NU.
Azrul berharap, fusi tahun 1961 yang menyatukan banyak organisasi kepanduan ke dalam wadah organisasi bernama Gerakan Pramuka tetap dipertahankan. Mereka bebas mendirikan gugus depan berbasis Muhammadyah, NU dan lainnya.
"Pesantren Gontor, Darunnajah dan sekolah-sekolah di bawah Yayasan Islam Terpadu telah memiliki gugus depan sejak tahun 1980-an," ungkapnya lagi.
www.detiknews.com